Jumat, 16 April 2010

DAFTAR JUDUL SKRIPSI FAKULTAS EKONOMI JURUSAN ILMU EKONOMI STUDY PEMBANGUNAN (IESP)

1. FUNGSI PERMINTAAN IMPOR BATUBARA KALTIM OLEH JEPANG – 95
2. PENGARUH PEMBUNGKUSAN PADA INDUSTRI KECIL TEMPE TERHADAP PENDAPATAN PERAJIN DI KEC. MAGELANG UTARA KODYA MAGELANG – 94
3. PERBANDINGAN PENDAPATAN PETERNAK SAPI PERAH PADA BERBAGAI SKALA USAHA [STUDI KASUS DI DAERAH KODYA DATI II SURAKARTA JATENG] – 94
4. ANALISA PENDAPATAN PETERNAK AYAM RAS [STUDI KASUS DESA GILANGHARJA KEC. PANDAK KAB. BANTUL DIY] - 95
5. USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN INDUSTRI KERAJINAN TATAH SUNGGING PEMBUATAN WAYANG KULIT DAN UNIT USAHA TANI KELURAHAN SOMOREJO KEC. SUKOHARJO KAB. SUKOHARJO – 95
6. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI SALAK PONDOH [STUDI KASUS DI DESA DONOKERTO KEC. TURI KAB. SLEMAN DIY] – 95
7. ANALISA POTENSI RETRIBUSI DAERAH SEBAGAI SUMBER PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KAB. DATI II LAHAT SUMSEL – 95
8. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI [STUDI KASUS DESA WUKIRSARI KEC. CANGKRINGAN KAB. SLEMAN DIY] – 95
9. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEDAPATAN PENGUSAHA YANGKO DI KOTAGEDE KEC. KOTAGEDE KODYA YOGYAKARTA DIY – 95
10. ANALISIS POTENSI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEBAGAI PENERIMAAN DAERAH DI KODYA DATI II YK – 95
11. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA INDUSTRI ROSTER BANGUNAN – 95
12. HUB. ANTARA PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA TAJI KEC. PRAMBANAN KEB. KLATEN [STUDI KASUS DESA TAJI, KEC. PRAMBANAN KAB. KLATEN] – 95
13. ANALISA PENDAPATAN PAJAK TONTONAN BIOSKOP SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KODYA YK – 95
14. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN TERHADAP PAD DI KAB. DATI II KLATEN – 95
15. ANALISIS PENGELUARAN MAHASISWA STIE KERJA SAMA IESP [DIII] UNTUK MENONTON FILM – 95
16. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA JUMLAH UANG SAKU YANG DITABUNG MAHASISWA STIE KERJA SAMA IESP (DIII) YK – 95
17. ANALISIS KELAYAKAN PROYEK PENANGKATAN AIR SUNGAI BAWAH TANAH GUA BRIBIN DI KAB. GUNUNG KIDUL – 95
18. ANALISIS PERBEDAAN PENGARUH INMUM DENGAN INSUS TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI KEC. PIYUNGAN KAB. BANTUL – 95
19. PROFIL DAN KEBERADAAAN USAHA OJEK SEPEDA MOTOR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA CONDONG CATUR DEPOK SLEMAN DIY – 95
20. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PERUSAHAAN ROTAN CV. KHALIM B RATTAN FURNITURE DI DESA TEGALWANGI KEC. WERU KAB. CIREBON – 95
21. PERANAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH TINGKAT II KODYA YK – 95
22. ANALISA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA PETANI KRUPUK TAPIOKA DESA SRIHARDONO KEC. PUNDONG KAB. BANTUL DIY – 95
23. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1973-1992 – 95
24. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGHASILAN KULI PASAR SEKTOR INFORMAL DI PASAR KLATEN KEC. KLATEN TENGAH KOTA ADMINISTRATIF KLATEN [STUDI KASUS PASAR KLATEN KEC. KLATEN TENGAH KOTATIF KLATEN] – 95
25. ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PENGRAJIN GERABAH KASONGAN [STUDI KASUS DI DUSUN BANGUNJIWO KEC. KASIHAN KAB. BANTUL DIY] – 95
26. PERANAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KAB. KLATEN – 95
27. PENINGKATAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PEMERINTAH DATI II CIAMIS JABAR – 95
28. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN MAHASISWA STIE KERJASAMA JURUSAN IESP S1 YK – 95
29. PERANAN KUD DALAM MELAYANI JASA PLN BAGI MASYARAKAT [STUDI KASUS DI KUD SLEMAN KEC. SLEMAN, KAB. SLEMAN PROP DIY] – 95
30. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI JERUK [STUDI KASUS DI DESA UMBULREJO KEC, UMBULSARI KAB. JEMBER JATIM] – 95
31. PERANAN INDUSTRI KELAPA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA JATINGARANG KEC. BAYAN KAB. PURWOREJO – 94
32. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI AIR PDAM OLEH RUMAH TANGGA – 95
33. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KACANG TANAH [STUDI KASUS DI DESA TIRTOMULYO KEC. KRETEK KAB. BANTUL DIY 1994] – 95
34. ANALISA TABUNGAN DI KEC. DANUREJAN DAN KEC. SEWON YANG DIPENGARUHI FAKTOR-FAKTOR PENDAPATAN DAN PENDIDIKAN – 95
35. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU INFLASI DI INDONESIA TAHUN 1969/1970-1993/1994 – 95
36. PENGARUH PAKAN PADA PRODUKSI SUSU SAPI PERAH [STUDI KASUS KOPERASI UPP KALIURANG SLEMAN YK] – 95
37. KOSONG
38. ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI DAN TUKANG KAYU SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI [STUDI KASUS KEC. KRETEK KAB. BANTUL DIY] – 95
39. PENGARUH PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI TEMBAKAU ASAPAN [STUDI KASUS DI DESA WONOSARI KEC. TRUCUK KAB. KLATEN] – 95
40. ANALISA PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM PEDAGING DAN PETELUR DESA PERAWATAN KEC. JOGONALAN KAB. KLATEN – 95
41. PERBEDAAN PENDAPATAN PETERNAK DARI USAHA BETERNAK AYAM PEDAGING DENGAN DARI USAHA PETERNAK AYAM PETELUR [STUDI KASUS DI DESA SADONOHARJO KEC. NGAGLIK KAB. SLEMAN DIY] – 94
42. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN I DALAM MENINGKATKAN PAD KAB. DATI II SLEMAN – 94
43. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN KAROSERI MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG – 95
44. ANALISA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA MELALUI USAHA TERNAK AYAM PETELUR DAN USAHA BATU BATA MERAH [STUDI KASUS DI DESA SUMYANG DAN DI DESA KARANG DUKUH KEC. JOGONALAN KAB. KLATEN JATENG] – 95
45. PERANAN KUD MELALUI TEMPAT PELAYANAN KOPERASI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI JERUK [STUDI KASUS DI DESA SEMPELAI, KEC. KEBAR KAB. SAMBAS. PROP KALBAR] – 95
46. PERAN RETRIBUSI PARKIR DALAM MENINGKATKAN PAD [STUDI KASUS DI KAB. DATI II MAWI] – 95
47. USAHA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN PBB DI KAB. DATI II BANTUL – 95
48. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA PETANI SEMANGKA DAN PETANI KEDELAI [STUDI KASUS DI DESA TIRTORAHAYU, KEC. GALUR, KAB. KULONPROGO DIY] – 95
49. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN KULI PASAR SEKTOR INFORMAL DI PASAR BERINGHARJO KODYA YK – 95
50. POTENSI PENGEMBANGAN PENGRAJIN ROTAN MASYARAKAT PEDESAAN [STUDI KASUS PADA PENGRAJIN ROTAN DESA TRANGSAN, KEC. GATOK, KAB. SUKOHARJO PROP JATENG] – 95
51. ANALISIS PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA MELALUI USAHA SAMPINGAN SEBAGAI PETERNAK AYAM PETELUR DAN SEBAGAI PENGRAJIN ANYAM-ANYAMAN TIKAR– 94
52. ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN MEMBUDIDAYAKAN TANAMAN PADI DENGAN TANAMAN BAWANG MERAH [STUDI KASUS KEC. TANJUNG KAB. BREBES PROP JATENG] – 94
53. TINGKAT PENCURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHA PEMBUATAN BATU BATA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA [STUDI KASUS DI DESA TRIHANGGO KEC. GAMPING KAB. SLEMAN DIY] – 94
54. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI TANAMAN PADI DI DESA TANJUNG KEC. TANJUNG KAB. BREBES JATENG
55. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN JAM KERJA PADA USAHA PEMBUATAN BATU BATA [STUDI KASUS DI DESA LESAH KEC. MANISRENGGO KAB. KLATEN JATENG] – 95
56. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA PENGELUARAN UNTUK MENONTON FILM MAHASISWA STIE KERJA SAMA IESP [S1]– 95
57. ANALISIS PERANAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH [STUDI KASUS DAERAH TINGKAT II KAB. WONOGIRI]– 95
58. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PETANI KECIL MENCARI PENGHASILAN TAMBAHAN KE DAERAH PARIWISATA – 95
59. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR PADA DINAS PASAR BERINGHARJO DI DATI II KODYA YK – 94
60. PERANAN INDUSTRI BESI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA [ DESA SEGARAN, KEC. DELANGGU, KAB. TINGKAT II KLATEN] – 94
61. PENGELOLAAN DANA PADA PRIMKOPAR II LAMIL ADISUCIPTO YK PERIODE 1991-1995 – 95
62. KREDIT UNTUK SEKTOR INFORMAL [STUDI KASUS PENGEMBANGAN USAHA KECIL PENGELOLAAN KAPAS AFAL KUNTORO DI KLATEN] – 95
63. ANALISA SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM ’JASA” PEKALONGAN 1989-1993 - 95
64. PENGARUH LUPIES PADI Y TERHADAP PEMBANGUNAN PROPINSI DIY SELAMA PELITA IV – PELITA V – 95
65. ANALISIS PEMBELIAN KREDIT KEPADA GOLONGAN EKONOMI LEMAH OLEH PD. BANK PASAR KAB. DATI II TEMANGGUNG – 94
66. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA TANI PADA PETANI BAWANG MERAH ILUNSIAN TANAM 1993-1994 [STUDI KASUS DI DESA TRIMULYO KEC. KRETEK KAB. BANTUL PROP YK] – 95
67. KOSONG
68. PERANAN INDUSTRI KERAJINAN MEBEL BAMBU DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT [STUDI KASUS DI DESA BENELANI TIRTONADI KEC. MELATI KAB. SLEMAN] – 95
69. PENERAPAN PAJAK PEMBANGUNAN I TERHADAP PADA DI KODYA SEMARANG – 95
70. UPAYA MENINGKATKAN PADA MELALUI PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR DI KAB. DATI II BANJARNEGARA – 95
71. ANALISA BIAYA PRODUKSI PENGUSAHA MEBEL UKIR ANTARA INDUSTRI BESAR, INDUSTRI SEDANG DAN INDUSTRI KECIL DI KAB. JEPARA – 95
72. PERANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DI DAERAH TINGKAT II KEB. PEKALONGAN – 95
73. ANALISA PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA – 95
74. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT PENGRAJIN GERABAH KASONGAN DISENTRA INDUSTRI KECIL BANGUNJIWO BANTUL – 95
75. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI PETERNAK AYAM PETELUR DI DESA GILANGHARJO KEC. PANDAK KAB. BANTUL DIY– 95
76. PENGARUH KREDIT USAHA TANI (KUT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI [STUDI KASUS DI KUD TANI MAKMUR KEC. KASIHAN KAB. BANTUL PROP DIY] – 95
77. PERAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KAIN TENUN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PENGRAJIN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KEC. SAMBAS KAB. SAMBAS PROP KALBAR 1994 – 95
78. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN I PADA PENINGKATAN PAD DI KODYA YK DAN UPAYA PENINGKATANNYA – 95
79. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ANYAMAN BAMBU [STUDI KASUS DIDESA KARANGSARI, KEC. PENGASIH, KAB. KULON PROGO KAB. DIY] 95
80. PERANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP PENERIMAAN DAERAH SUMBER PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN DI KOTAMADYA DATI II YK – 95
81. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA TAHU [STUDI KASUS DI DESA SAMOPUTRO KEC. JOGONALAN KAB. KLATEN] – 95
82. PERANAN INDUSTRI RUMAH TANGGA BATIK TERHADAP KESEMPATAN KERJA DAN PENDAPATAN KELUARGA - 95
83. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PAD DI KAB. DATI II CILACAP – 95
84. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH TINGKAT II KODYA YK – 95
85. PERANAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH TINGKAT II BANTUL – 95
86. PENGARUH PAKAN TERHADAP PRODUKSI DAGING BAGI [STUDI KASUS DI DESA AMBAR KETAWANG, KEC. GAMPING, KAB. SLEMAN DIY] – 95
87. PERAN INDUSTRI KERAJINAN KULIT DALAM MENUNJANG EKONOMI RUMAH TANGGA [STUDI KASUS INDUSTRI KERAJINAN KULIT. IMOGIRI DAERAH TINGKAT II BANTUL] – 95
88. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DI PEDESAAN [STUDI KASUS DI DESA TRIMULYO SEBAGAI DAERAH IDT KEC. KRETEK KAB. BANTUL DIY] – 95
89. ANALISIS PERBANDINGAN PENGARUH LIKUIDITAS BANK INDONESIA TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN COR LOGAM [STUDI KASUS PADA ANGGOATA KOPERASI BATUR JAYA DI DESA TEGAL REJO KAB. KLATEN JATENG] – 95
90. ANALISA PERBANDINGAN PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN GERABAH DAN PENGRAJIN KULIT [STUDI KASUS DI DESA BANGUNJIWO DAN SABDODADI KAB. BANTUL DIY] - 95
91. PENGARUH INDUSTRI BATU BATA TERHADAP PENDAPATAN PETANI [STUDI KASUS DI DESA BALECATUR KEC. GAMPING KAB. SLEMAN DIY] – 95
92. PERANAN INDUSTRI GEPLAK TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DAN KESEMPATAN KERJA [STUDI KASUS DI DESA BANGUNJIWO DAN SABDODADI KAB. BANTUL YK] – 94
93. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHA TERNAK BURUNG PUYUH [STUDI KASUS DI DESA KALANGAN KEC. SALAMAN KAB. DATI II MALANG] – 95
94. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN I TERHADAP PENINGKATAN PAD [STUDI KASUS DI KODYA SAMARINDA] – 95
95. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TANI MENDONG DAN USAHA TANI PADI [STUDI KASUS DI DESA SENDANG SARI. MINGGIR SLEMAN YK] – 94
96. PERAN SERTA KREDIT DI BPR MANDIRI SURYA PERDANA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PASAR – 94
97. PERANAN BAPAK ANGKAT DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MITRA USAHA INDUSTRI KECIL ROTI KUE DI KODYA MAGELANG – 94
98. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADA PERAJIN TEMPE 1993 [STUDI KASUS ANGGOTA PRIMKOPTI KULON PROGO KAB. KULON PROGO DIY] – 94
99. POLA KONSUMSI KEBUTUHAN POKOK MASYARAKAT NELAYAN DI KOTA BALIKPAPAN – 94
100. PERANAN RETRIBUSI PASAR DALAM MENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH KAB. TINGKAT II SLEMAN – 94
101. INVESTASI SWASTA PMDN DAN PMA DI YOGYAKARTA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DALAM KURUN WAKTU 1975-1990 – 94
102. ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN BERSIH PENGRAJIN GENTENG [STUDI KASUS DI DESA UNDEN, DESA SIDOLUHUR KEC. GODEAN KAB. SLEMAN PROP DIY] – 95
103. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA [STUDI KASUS DI JALAN MALIOBORO DAN JL. A YANI KOTAMADYA DATI II YK] – 95
104. UPAYA INTENSIFIKASI PENERIMAAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH GUNA MENUNJANG APBD KAB. DATI II BANTUL – 94
105. STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN ARMADA BUS MINI UNTUK JALUR SELAM MAGELANG PP PADA P.O WIDODO PUTRO - 94
106. PERANAN PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN INDUSTRI PARIWISATA [STUDI KASUS OBYEK WISATA KALISATA PANTAI PARANGTRITIS KEC. KRETEK KAB. BANTUL DIY] – 94
107. PENDAPATAN BERSIH DARI PEMBUATAN GENTENG DAN PERANNYA DALAM PENDAPATAN KELUARGA DI DESA WUKIRSARI KEC. IMOGIRI KAB. BANTUL DIY - 94
108. ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN INPUT DALAM PRODUKSI KAIN PRIMA GRAY PABRIK TEKSTIL INFITEKS CEPER CAVIN 1990-1993 – 95
109. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PAJAK PEMBANGUNAN I KA. DAERAH DATI II SLEMAN DIY – 95
110. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN I TERHADAP PAD DI KODYA YK– 95
111. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA RUMAH MAKAN [STUDI KASUS KELURAHAN SEMPER TIMUR. CILINCING, JAKARTA] – 95
112. ANALISIS INTENSITAS PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI MODEL DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI PERAK [STUDI KASUS DI KEC. KOTAGEDE KODYA YK DIY] – 95
113. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA KERAJINAN GERABAH [STUDI KASUS DI DESA KASONGAN KEC. KASIHAN KAB. BANTUL PROP DIY] – 95
114. PENGARUH JUMLAH KREDIT TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG KECIL DI BADAN KREDIT KEC. PEDAN KAB. DATI II KLATEN – 95
115. PERANAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH KODYA SURAKARTA SELAMA PELITA V – 94
116. PERAN PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN INDUSTRI DI SEKTOR PARIWISATA DI KOTA YK – 95
117. ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA GENTENG [DI KEC. SRUWENG, KAB. KEBUMEN. PROP JATENG] - 94
118. PENENTUAN LABA OPTIMUM [STUDI KASUS PADA PT. SARI HUSADA YK] – 95
119. ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN KONVEKSI DESA TEMANGGUNG KEC. MUNTILAN KAB. MAGELANG PROP JATENG – 95
120. VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN INDUSTRI WINGKO BABAD [STUDI KASUS PADA USAHA DAGANG WINGKO BABAD DI SEMARANG] – 95
121. ANALISA PENDAPATAN PERAJIN KURSI BAMBU DI DESA TLOGOADI KEC. MLATI KAB. SLEMAN DIY 1994 – 95
122. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN I DALAM MENINGKATKAN PAD [STUDI KASUS KAB. DAERAH TINGKAT II LAMPUNG UTARA] – 95
123. PENENTUAN BIAYA FACTORY OVERHEAD DALAM MENETAPKAN HARGA POKOK PRODUK PADA INDUSTRI LOGAM CV. H. MOH. RODHI BATUR CEPER – 94
124. FAKTOR-FAKTOR PENENTU PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA JENIS USAHA MAKANAN JAJANAN DI KEC. KLATEN TENGAH – 95
125. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA [STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN GENTENG ”ZAB” SOKKA DI KEC. PEJAGOAN KAB. KEBUMEN] – 95
126. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA 1969-1992 – 95
127. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN I DALAM MENUNJANG DANA PEMBANGUNAN DI KAB. DATI II KEBUMEN- 95
128. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI KAKAU DAN PETANI METE [ STUDI KASUS DI DESA WILAGEDE DAN DESA GEDANG REJO KEC. KARANG MOJO KAB. GUNUNG KIDUL PROP DIY] -95
129. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PENGRAJIN KULIT DI DESA PATAN PULUHAN KODYA YK - 95
130. PENGARUH DAFTAR HARGA GABAH YANG DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH TERHADAP PETANI [STUDI KASUS DESA WUKIRSARI KEC. CANGKRINGAN KAB. SLEMAN DIY] – 95
131. ANALISIS PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA MELALUI USAHA SAMPINGAN SEBAGAI PETERNAK SAPI PERAH [STUDI KASUS DESA CAWAN, KEC. JATINOM KAB. DATI II KLATEN JAATENG – 95
132. ANALISA FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI MODAL DAN TENAGA KERJA TERHADAP PRODUKSI PADA INDUSTRI PERAK KOTAGEDE YK – 95
133. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI TAMBAK UDANG WINDU – 94
134. UPAYA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN [PBB] DI KODYA DATI II SEMARANG – 95
135. STUDI KELAYAKAN PADA PABRIK GROUND ROD PT. INDOSAS UTAMA YK – 95
136. PERAN INDUSTRI TENUN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA [STUDI KASUS DESA SUMBER RAHAYU KEC. MOYUDAN KAB. SLEMAN DIY] – 95
137. ANALISIS PAJAK NEGARA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA – 94
138. PERANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 1986/1987, 1992/1993 KAB. DATI II BANTUL – 95
139. ANALISA PENGARUH FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN DAN PERKEMBANGAN EKSPOR KERAJINAN PERAK [STUDI KASUS KEC. KOTAGEDE KODYA YK DIY] – 94
140. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADA PERUSAHAAN REPLIKA PRODUK FIBER GLASS DI WONOCATUR BANGUNTAPAN BANTUL DIY – 95
141. PERAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP PEMERINTAHAN DAERAH KODYA DATI II SALATIGA – 95
142. ANALISIS PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA MELALUI USAHA SAMPINGAN SEBAGAI PENGRAJIN GERABAH DAN SEBAGAI PEDAGANG - 95
143. PERAN BADAN USAHA MILIK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KAB. DATI II GUNUNG KIDUL – 95
144. PERANAN INDUSTRI KECIL TERHADAP PENDAPTAN DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA [STUDI KASUS DI DUSUN KAJEN, DESA BANGUN JIWO KEC. KASIHAN KAB. BANTUL] – 95
145. PENGARUH PAD TERHADAP PENGELUARAN PEMBANGUNAN DI KAB. DATI II BANTUL YK – 95
146. KOSONG
147. PROSPEK INDUSTRI ROTAN SEBAGAI SALAH SATU SUMBER DEVISA NON MIGAS DI JATIM – 89
148. ANALISIS PENGELUARAN SOSIAL KELAS MENENGAH DI DESA AMBAR KETAWANG KEC. GAMPING KAB. SLEMAN – 95
149. POLA PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA KARYAWAN DI STIE KERJASAMA YK – 94
150. PERAN PRIMER KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA DALAM USAHA MENINGKATKAN TINGKAT PENDAPATAN ANGGOTANNYA DI KAB. BANTUL DIY - 94
151. PERANAN RETRIBUSI PASAR DALAM MENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH KODYA DATI II YK THN 1988/1989, 1992-1993 – 95
152. ANALISIS PENERIMAAN DAERAH DI KODYA DATI II YOGYAKARTA THN 1985-1994 - 95
153. UPAYA MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KAB. DAERAH TINGKAT II KULON PROGO – 95
154. ANALISIS PENDAPATAN WARUNG ANGKRINGAN DI MALIOBORO YK – 94
155. PROSPEK INDUSTRI KACANG JIPANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN KELUARGA DI DESA LUMPANG KEC. KARANG ANYAR KAB. PURBALINGGA – 93
156. ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA LANGSUNG (BAGIAN PRODUKSI) PADA PERUSAHAAN GENTENG KHM SOKKA DI DESA KEDAWAN KEC. PEJAGOAN KAB. KEBUMEN – 95
157. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI TANAMAN PADI DI DESA TANJONG. KEC. TANJONG KAB. BREBES JATENG – 95
158. PERAN PKB DAN PPMKB TERHADAP BELANJA DAERAH PEMRITAH PROPINSI DIY THN ANGGARAN 1988-1989, 1992-1993
159. ANALISIS DAMPAK PEMBERIAN KREDIT DARI KUD ”MINO SAROYO” TERHADAP PENINGKATAN MECANAN DI KEC. CILACAP SELATAN – 94
160. PERAN KOPERASI UNIT DESA SEYEGAN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT PETANI DI SELURUH DESA KEC. SEYEGAN SLEMAN YK – 94
161. PERAN KUD MOROBANGUN DALAM PEMBERIAN KREDIT USAHA TANI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI KEC. LARANGAN [STUDI KASUS DI KUD MOROBANGUN KEC. LARANGAN] – 94
162. KOSONG
163. ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKONOMI MIGRASI PENDUDUK DESA KE KOTA [STUDI KASUS DAN PERBANDINGAN DI KEC. IMOGIRI DAN KEC. PAJANGAN KAB. BANTUL DIY] - 94
164. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL USAHA TANI BAWANG MERAH DAN TANAMAN PADI [STUDI KASUS DI DESA SUTAMAJA KEC. KERSANA KAB. BREBES JATENG] – 94
165. ANALISIS DAMPAK PEMBERIAN KREDIT DARI KUD ”MINO SAROYO” TERHADAP PENINGKATAN MECANAN DI KEC. CILACAP SELATAN – 94
166. ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT PENGHASILAN PENARIK BECAK DENGAN PENARIK DELMAN DI YOGYAKARTA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA - 94
167. KOSONG
168. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA KERAJINAN KULIT [STUDI KASUS DI DESA PANGGUNGHARJO KEC. SEWON KAB. BANTUL PROP DIY] – 94
169. . RETRIBUSI PARKIR DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TINGKAT II KODYA YK – 94
170. . ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEUNTUNGAN PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN MALIOBORO YK [STUDI PENELITIAN PADA KOPERASI TRI DHARMA]
171. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PEMILIK PEMANCINGAN IKAN [STUDI KASUS DI DESA JANTI KEC. POLAHARJO KAB. KLATEN] – 94
172. PROYEKSI KETENAGAKERJAAN MENURUT LAPANGAN USAHA DAN PENDIDIKAN BERDASARKAN ANALISA DATA TH 1986-1992 DI PROP DIY – 94
173. PERANAN PIR ANRIBUSI BABYCORN TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI KEC. DLINGO KAB. DATI II BANTUL [SUATU STUDI KASUS] – 96
174. ANALISIS POTENSI SEKTORAL PROPINSI DIY TH 1993-1991 – 00
175. KAJIAN FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI FERTILISASI PASANGAN USIA SUBUR [STUDI KASUS DI DESA SUMBER MANJING KULON KEC. POGAK KAB. DATI II MALANG] – 95
176. ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DROP OUT PESERTA KELUARGA BERENCANA DI KEL. DORO TANGGA KAB. DOMPU PROP. NTB – 95
177. KOSONG
178. PENGARUH KREDIT USAHA RAKYAT KECIL TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KAB. KEDIRI [STUDI KASUS DI KEC. KANDANGAN] – 96
179. PENGARUH STRUKTUR SOSIAL EKONOMI TERHADAP FERTILISASI PASANGAN USIA SUBUR [STUDI DI DESA DONOWASIH KEC. KARANG PLOSO KAB. MALANG] – 96
180. PENGARUH PENETAPAN UPAH MINIMUM REGIONAL TERHADAP TINGKAT LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI SOSIAL – 96
181. ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA DI SEKITAR JASA PERHOTELAN DI KODYA MALANG – 96
182. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN PRODUKSI PETANI PADI DI DESA SALAM REJO KEC. KARANGAN KAB. TRENGGALEK – 96
183. PARTISIPASI MASYARAKAT DESA DALAM UPAYA MENUJU KOPERASI UNIT DESA MANDIRI [STUDI KASUS DI KUD SUMBER PANCA USAHA KEC. PANDAAN KAB. PASURUAN] – 95
184. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN PERNDAPATAN PADA PERUSAHAAN KRIPIK TEMPE [STUDI KASUS KRIPIK TEMPE ”ABADI” MALANG] – 95
185. FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI USIA PERKAWINAN PERTAMA DI DESA KASAMBI KEC. PUCUK KAB. LAMONGAN – 96
186. KAJIAN TINGKAT FERTILITAS WANITA PEGAWAI DI DESA PADANG BANDUNG KEC. DUKUN KAB. GRESIK – 95
187. PERBEDAAN FERTILITAS ANTARA MASYARAKAT PRIBUMI DENGAN WNI KETURUNAN CINA DI KEC. CLURING KAB. BANYUWANGI – 94
188. PENINGKATAN PEMBANGUNAN PEDESAAN DALAM UPAYA MENEKAN ARUS URBANISASI [STUDI PADA DUA DESA DI KE. BATU KOTIF, BATU] – 96
189. HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN ANAK DENGANTINGKAT PENDAPATAN DI KODYA MALANG [STUDI KASUS DI KEL. MADYOPURO KEC. KEDUNG KANDANG] – 95
190. HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN ANAK DENGANTINGKAT PENDAPATAN DI KODYA MALANG [STUDI KASUS DI KEL. MADYOPURO KEC. KEDUNG KANDANG] – 95
191. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI DEMOGRAFI YANG MEMPENGARUHI FAERTILITAS WANITA KAWIN DI KELURAHAN BANDUNG REEJOSARI KEC. SUKUN KODYA MALANG – 96
192. PENINGKATAN PEMBANGUNAN PEDESAAN DALAM UPAYA MENEKAN ARUS URBANISASI [STUDI KASUS PADA UDA DESA DI KEC. BATU KOTIF, BATU] – 96
193. RESPON PETANI TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM TEBU RAKYAT INTENSIFIKASI (TRI) [STUDI KASUS DI DESA SUMBEREJO KEC. GELANGAN KAB. PLATANG] – 95
194. ANALISA PRODUKSI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA USAHA TAMBAH UDANG [STUDI KASUS CV. JASA SARANA DI DESA GEDUNG KEC. PANARUKAN KAB. SITUBONDO] - 96
195. PERANAN LEMBAGA KREDIT USAHA RAKYAT KECIL TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG KECIL [STUDI KASUS LKURK DI KEC. GADANGAN KAB. MALANG] – 96
196. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PETERNAK SAPI [STUDI KASUS DI KUD SETIA KAWAN HONGKOJAJAR PASURUAN] – 96
197. ANALISIS PERAN SEKTOR-SEKTOR BASIS TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KAB. DATI II BANYUMAS TH 1983-1993 – 97
198. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI PENGHASIL GULA KELAPA DI DESA HARGOWILIS. KEC. KOKAP. KAB. KULON PROGO PROP DIY - 96
199. PERAN KUD ”SANDEN” TERHADAP PENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PETANI DI KEC. SANDEN KAB. BANTUL – 95
200. ANALISA DAN EVALUASI PENAMBAHAN AKTIVA TETAP STUDI PERUSAHAAN PD. ARINDYA UNIT PERCETAKAN NEGERI YK – 94
201. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN RETRIBUSI PASAR PADA DINAS PASAR BERINGHARJO DI DATI II KODYA YK – 94
202. PENGARUH KREDIT USAHA TANI (KUT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI [STUDI KSUS DI KUD NGAGLIK KEC. NGAGLIK KAB. SLEMAN PROP DIY] – 95
203. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEDAPATAN PENGUSAHA YANGKO DI KOTAGEDE KEC. KOTAGEDE KODYA YOGYAKARTA DIY – 95
204. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI BAWANG MERAH – 96
205. ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN PENGRAJIN GERABAH KASONGAN - 95
206. PENGARUH PENETAPAN HARGA DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PRIMKOPSI ”HANDAYANI” DI SALATIGA – 96
207. ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT PENGHASILAN PENARIK BECAK DENGAN PENARIK DELMAN DI YOGYAKARTA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA - 94
208. PERANAN PAJAK PEMBANGUNAN I TERHADAP PAD KAB. DATI II KLATEN – 96
209. PERAN BADAN KREDIT KECAMATAN DALAM USAHA MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG KECIL [STUDI KASUS DI KEC. KARANG MALANG KAB. SRAGEN JATENG] – 95
210. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGHASILAN KULI PASAR SEKTOR INFORMAL DI PASAR KLATEN KEC. KLATEN TENGAH KOTA ADMINISTRATIF KLATEN [STUDI KASUS PASAR KLATEN KEC. KLATEN TENGAH KOTATIF KLATEN] – 95
211. ANALISIS PENDAPATAN PENGUSAHA PERAK ANGGOTA KOPERASI PRODUKSI PENGUSAHA PERAK YK – 95
212. ANALISIS PERMINTAAN RUMAH TANGGA TERHADAP PEMAKAIAN JASA LISTRIK TH 1996 [STUDI KASUS DI DAERAH TINGKAT II KAB. GUNUNG KIDUL] – 97
213. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI SALAK PONDOH [STUDI KASUS DI DESA BANGUNKERTO KEC. TURI KAB. SLEMAN DIY] – 94
214. PERANAN KREDIT USAHA TANI (KUT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI [PENELITIAN PADA KUD SANGGARSARI KEC. JATISARI KAB. KARAWANG PROP JABAR] – 93
215. PENGARUH PENGELUARAN MAHASISWA PENDATANG (KOST) TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT TH 96 [STUDI KASUS DUKUH KRAPYAK WETAN KEL. PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL YK] – 97
216. TINGKAT PENCURAHAN TENAGA KERJA PADA USAHA PEMBUATAN BATU BATA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA [STUDI KASUS DI DESA TRIHANGGO KEC. GAMPING KAB. SLEMAN DIY] – 94
217. ANALISIS RETRIBUSI DAERAH SEBAGAI SALAH SATU PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KAB. DATI II KUPANG PROP NTT TH 1994/1995, 1995/1996 – 97
218. ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ANTARA PETANI PADI DENGAN PETANI TEBU [STUDI KASUS DI DESA BANGUNHARJO KEC. SEWON KAB. BANTUL PROP DIY] - 96
219. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETRIBUSI TERMINAL DAN PERANNYA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TH ANGGARAN 1991/1992-1995/1996
220. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETRIBUSI TERMINAL DAN PERANNYA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TH ANGGARAN 1991/1992-1995/1996 [STUDI KASUS DI KAB. DATI II TASIKMALAYA] - 97
221. ANALISIS PENDAPATAN PENGUSAHA PERAK ANGGOTA KOPERASI PRODUKSI PENGUSAHA PERAK YK – 95
222. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN SISA HASIL USAHA [STUDI KASUS PADA KUD KLATEN SELATAN DI DESA JETIS KEC. KLATEN SELATAN KOTA ADMINISTRATIF KAB. KLATEN JATENG] – 96
223. UPAYA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN PBB [STUDI KASUS DI KAB. DATI II KLATEN 1988-1994] – 97
224. PERANAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH TINGKAT II TEMANGGUNG – 97
225. PERANAN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) TAHUNAN PPh PASAL 25/29 PERSEROAN TERHADAP PENERIMAAN PAJAK [STUDI KASUS KPP KOTAMADYA DATI II MAGELANG TH 1989/1990- 1995/1996] – 96
226. UPAYA MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK PEMBANGUNAN I DI KAB. DATI II BANTUL – 96
227. ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN ANTARA PETANI PADI DENGAN PETANI TEBU DI LAHAN SUBUR DI DESA BANGUNHARJO KEC. SEWON KAB. BANTUL PROP DIY - 96
228. KOSONG
229. KAJIAN TINGKAT FERTILITAS WANITA PEGAWAI DI DESA PADANG BANDUNG KEC. DUKUN KAB. GRESIK – 93
230. PERANAN KREDIT PENGGADAIAN DALAM RANGKA MEMBANTU MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PADA PERUM PEGADAIAN CABANG KEDIRI – 96
231. ANALISIS SHIFT SHARE PERTUMBUHNA SEKTOR PEREKONOMIAN JAWA TIMUR 993-1998 – 00
232. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN (PD) SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH [STUDI KASUS DI DATI II KOTA YK TH 1985-1998]
233. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA 1970-1995 – 00
234. POLA KONSUMSI MAHASISWA ASRAMA PUTRI RATNANINGSIH [SEBELUM DAN DALAM MASA KRISIS EKONOMI] – 98
235. PENGARUH INPUT PADA SEKTOR INDUSTRI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA TH 1979-1996 – 02
236. FAKTOR – FAKTOR PENENTU PERUBAHAN CADANGAN DEVISA PREIODE TH 1975-2000 – 03
237. INDUSTRI KECIL DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KAB. SAWAHLUNTO SI JUNJUNG – 98
238. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR TEH INDONESIA 1985-1999 – 01
239. PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI PADA KOPERASI MAHASISWA INDONESIA – 04
240. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PERUM PEGADAIAN – 01
241. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEUNTUNGAN PEDAGANG KECIL [STUDI KASUS DI KEC. DEPOK KAB. SLEMAN DIY] – 95
242. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT MIKRO DI PASAR BERINGHARJO – 02
243. PERSEDIAAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA BERPENDIDIKAN TINGGI DAN TENAGA KERJA BERPENDIDIKAN RENDAH PADA INDUSTRI PERAK DI DIY – 03
244. PERBUNGAAN KUALITS ANTARA JUMLAH YANG BEREDAR DAN PENDAPATAN NASIONAL DI INDONESIA 1970-2002 – 04
245. ANALISIS EKONOMI PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA YK – 03
246. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA KREDIT OLEH PEDAGANG KECIL [STUDI KASUS DI BUKD KEC. GAMPING KAB. SLEMAN PROP DIY] – 04
247. ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA ANGGREK [STUDI KASUS PADA JASA STUDI ORCHIDS DI DUSUN PAITAN TIRTOSARI SAWNGAN MAGELANG JATENG]
248. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMERINTAHAN BERAS DI DIY TH 1991-2002 – 04
249. STUDI PERBANDINGAN PENDAPATAN BUDIDAYA PADI DENGAN BUDIDAYA SALAK PONDOH [STUDI KASUS DI DESA BANYU ADEM KEC. SRUMBENG KAB. MAGELANG] – 99
250. FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENGANGGURAN DI PEDESAAN [STUDI KASUS DI DESA TEGALTIRTO KEC. BERBAH, KAB. SLEMAN DIY TH 2000] - 00
251. PERANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP PENERIMAAN DAERAH DI DAERAH DATI II KAB. KEBUMEN – 01
252. ANALISA HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP KESEMPATAN ANAK UNTUK MEMASUKI JENJANG PENDIDIKAN FORMAL DI KAB. MALANG [STUDI DI KEC. BATU]
253. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI ANGGOTA DI BIDANG USAHA PADA KOPERASI PEGAWAI NEGERI (KPN SEDAR) KEC. NGANCAR KAB. KEMIRI – 93
254. ANALISA PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI TEBU RAKYAT INTENSIFIKASI TEGALAN DENGAN PETANI PALAWIJA, KACANG TANAH DAN PADI GOGO – 97
255. ANALISA PROGRAM PEMBINAAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DAN NELAYAN KECIL [P4K] DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI PEDESAAN [STUDI KASUS PDA DESA KAMPUNG NGAWEN] – 02
256. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN MODAL DALAM NEGERI DI JATENG KURUN WAKTU 1982-1996 – 00
257. ANALISIS PERKEMBANGAN USAHA PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. CABANG UGM PERIODE 1995-1997 – 98
258. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN RUMAH TANGGA [STUDI KASUS DI DESA SENDANG ARUM] – 96
259. FAKTOR-FAKTOR YANG TINGKAT DEPOSITO BERJANGKA PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI INDONESIA PERIODE 1986-1996 – 98
260. ANALISA PERANAN RETRIBUSI PASAR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI DAERAH TINGKAT II KODYA YK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA 1990/1991-199/2000 – 01
261. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN EKONOMI REGIONAL PROPINSI JATIM 1981-1998 – 04
262. ANALISIS MANFAAT PEMBANGUNAN SARANA PENGOLAH LIMBAH DI PG. MADUKISMO KASIHAN BANTUL – 01
263. PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, INVESTASI DOMESTIK DAN PERTUMBUHAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA 1977-1997 – 00
264. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI KECIL DI KAB. BOYOLALI TH 1985-2001 – 03
265. STUDI TINGKAT PARTISIPASI DAN MOTIVASI ANGGOTA PADA KOPERASI ”KOPMA UGM” – 05
266. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENANAMAN MODAL ASING DI INDONESIA PERIODE 1984-2003 – 05
267. ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) DI INDONESIA 1980-2001 [PENDEKATAN KEUNGGULAN KOMPARATIF] – 05
268. ANALISIS PENGARUH TRANSFORMASI STRUKTURAL TERHADAP KENAIKAN PDRV PROP DIY DIRINCI PER KAB./KOTA TH 1982-2001 – 03
269. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI SEKTOR MANUFAKTUR DI INDONESIA TH 1980-2000 – 03
270. PERANAN PUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP PENDAPATAN DAERAH KAB. KULON PROGO TH 1997/1998 – 03
271. PERANAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DIY- 03
272. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KELAPA SAWIT DI PROP SUMUT PERIODE 1993.I-2000.IV – 03
273. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETRIBUSI RUMAH SAKTI [STUDI KASUSU RSUD KAB. DATI II BANTUL] – 03
274. ANALISIS SEKTOR BASIS PEMBANGUNAN DAN UPAYA MEMACU PERTUMBUHAN REGIONAL DI KODYA YOGYAKARTA PERIODE 1996-2000 – 03
275. PERANAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PENERIMAAN DAERAH KAB. PURWOREJO – 04
276. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN TEKSTIL KUSUMATEK YOGYAKARTA – 04
277. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN VOLUME EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT TH 1980-2001 – 05
278. ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKATAN PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA [STUDI KASUS DI JL. MALIOBORO DAN JL. COLO YK] – 04
279. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KAB. SLEMAN 1980-2002 – 04
280. ANALISIS EKSPOR LADA PUTIH INDONESIA KE SINGAPURA [APLIKASI MODEL REGRESI LINIER BERGANDA] – 04
281. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR EKONOMI YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM NEGERI DI INDONESIA TH 1980-2001 - 04
282. PERANAN PAJAK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KAB. KULON PROGO - 05
283. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KERAJINAN TANAH LIAT [STUDI KASUS DI DESA PANJANGREJO KEC. PUNDONG KAB. BANTUL DIY] – 05
284ANALISIS INVESTASI ASING DI INDONESIA TH 1993-2003 – 05
285. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT GAJI PEGAWAI PADA PT. [PERSERO] PELABUHAN INDONESIA II CABANG TANJUNG INTAN CILACAP – 04
286. KOSONG
287. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR TEKSTIL INDONESIA KE JEPANG TH 1981-2002 – 04
288. KOSONG
289. PERANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN DAERAH KAB. SLEMAN – 04
290. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ARANG BRIKET PT. ANEKA SINENSO DI KULON PROGO – 05
291. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TEH PT. GOPEK CIPTA UTAMA TEGAL – 05
292. ANALISIS POTENSI DAERAH UNTUK PENGEMBANGAN WILAYAH DI PULAU LOMBOK [PENDEKATAN TEORI PUSAT PERTUMBUHAN] – 05
293. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PROP. DIY 1984-2003 – 05
294. ANALISIS POTENSI EKONOMI DAERAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN INDEKS TOTAL KEUNGGULAN DAERAH (ITKD) STUDI KASUS DI PROP. DIY 2000-2003 – 05
295. ANALISIS EXSPORT BASE TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROP. DIY PERIODE 1999-2003 - 05
296. PERANAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KAB. TEMANGGUNG - 02
297. PENGARUH PENDAPATAN BUMD TERHADAP PAD KAB. TEMANGGUNG – 02
298. ANALISIS DAYA ASING KOMODITAS EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL ”TPT” DI INDONESIA 1980-2001 [PENDEKATAN KEUNGGULAN KOMPARATIF] – 04
299. ANALISIS SHIFT SHARE PERTUMBUHAN SEKTORAL PEREKONOMIA JATIM 1993-1998 – 00
300. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA 1974-2004 – 06
301. KONTRIBUSI RETRIBUSI PASAR PENDAPATAN ASLI DAERAH KAB. MINAHASA [PROP. SULUT] TH 2000-2004 – 06
302. PERANAN PAJAK REKLAME DALAM MENINGKATKAN PAD DI KODYA DATI II SURAKARTA – 06
303. PAJAK HOTEL DAN RESTORAN SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA YOGYAKARTA - 05
304. PAJAK REKLAME SEBAGAI SALAH SATU SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTAMADYA YOGYAKARTA TH 1999-2003 - 05
305. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR LADA PUTIH INDONESIA KE SINGAPURA– 05
306. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN TEKSTIL KUSUMATEK YOGYAKARTA TH 2003 – 04
307. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJAUALAN TUNAI TERKOMPUTERISASI PADA SUMBER JASA MOTOR YK – 05
308. PERANAN PAJAK PEMANFAATAN AIR BAWAH TANAH DAN AIR PERMUKAAN TERHADAP PADA KOTA YK – 05
309. POTENSI PERTUMBUHAN DAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI DALAM PEREKONOMIAN DAERAH DI PROP DIY 1995-2003 – 05
310. PERANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP PENERIMAAN DAERAH DI KAB. KLATEN PERIODE 1999-2003 – 03
311. PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR DAN KURS RUPIAH TERHADAP INFLASI DI INDONESIA TH 1984-2003 – 04
312. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DI DIY PERIODE 1985-2003 – 07
313. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UPAH MINIMUM REGIONAL TENAGA KERJA DI PROP DIY DENGAN PENDEKATAN PHILIPS CURVE TH 1984-2004 – 06
314. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR TEH INDONESIA TH 1971-2000 – 02
315. PERANAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KAB. KARANGANYAR PERIODE 2000-2004 – 07
316. ANALISIS PERKEMBANGAN KREDIT GADAI PADA PERUM PEGADAIAN PAKEM YK PERIODE 1994-1998 - 99
317. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA [STUDI KASUS PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KAIN TAPIS DI DESA NATAR KEC. TATAR LAMPUNG SELATAN]– 01

Senin, 12 April 2010

DR.H. Lalu Fathurrahman, M.Sc adalah salah satu putra terbaik NTB yang memiliki dedikasi penuh dan terbukti telah memberikan dharma bhakti terhadap kemajuan daerah NTB selama kurun waktu pengabdiannya.

Perubahan demi perubahan telah tercapai melalui sepak terjangnya sebagai seorang birokrat dalam mengemban tugas dan pengabdian kepada masyarakat dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan bagi terciptanya masyarakat madani yang sejahtera.


DR.H.Lalu Fathurrahman, M.Sc atau Mamiq Atung (panggilan akrab beliau) lahir di Sakra, Lombok Timur pada tanggal 29 November 1954. Beliau adalah putra pertama dari seorang tokoh ulama terkemuka di NTB yaitu Alm. Tuan Guru Haji Lalu Zainal Abidin Ali pemimpin Yayasan Mambaul Bayan (MB) Sakra, Lombok Timur yang bergerak di dunia pendidikan berbasis pendidikan agama Islam.


Tentunya hal ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan mental spiritual beliau secara normatif dalam menjalankan prinip-prinsip beradasar pada nilai-nilai agama.



Beliau meraih gelar sarjana (S-1) pada jurusan Civic - Hukum di IKIP Yogyakarta (1979), gelar Master (S-2) di Amerika Serikat (The University of Oregon, USA, 1990) dengan jurusan Planning Public Policy and Management dan Gelar Doktor (2008) di Universitas Gadjah Mada , Yogyakarta dengan mengambil jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan.
Berbagai posisi dalam pemerintahan yang pernah diembannya, antara lain ;
Pemb. Pimp. Bid Dimenjur Kanwil Depdikbud Provinsi NTB (1981-1984);
Kasubag MPRP Bagren Kanwil Depdikbud Provinsi NTB (1984-1998);
Kabid Dikdasgu Kanwil Depdiknas Provinsi NTB (1988-2002);
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB (2002-2003);
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Provinsi NTB (2003-2004);
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB (2004-2008);
Kini beliau aktif sebagai Dosen Kopertis VIII Depdiknas di Universitas 45' Mataram.

Selain sebagai Seorang birokrat yang handal dan religius, beliau juga dikenal sebagai seorang praktisi akademisi dengan tingkat intelektualitas yang tinggi. Hal ini terbukti dengan sejumlah karya ilmiah yang telah tercipta dari buah pemikiran beliau dan telah terpublikasi, antara lain;
Pola Perkembangan Penguasaan, Pemilikan dan Pemanfaatan Tanah di Nusa Tenggara Barat (1984), diterbitkan oleh Proyek IDKD Depdiknas;
Pola Perkembangan Peralatan Produksi Pertanian di Nusa Tenggara Barat
(1985), diterbitkan oleh Proyek IDKD Depdiknas;
Dampak Ekonomi Industri Pariwisata di Nusa Tenggara Barat (2008) Disertasi UGM dalam rangka meraih Gelar Doktor.
Berbagai pertemuan ilmiah pun kerap diikutinya, diantaranya;

Pertemuan ahli Pendidikan se-Asia Pasific, Bandung , 1992;
National Workshop Developing a Tourism Marketing Blueprint for Indonesia and Regions, Bali, 2002;
Peningkatan Wawasan Gender Dalam Pembangunan, Melbourne-Australia,2003;
Pertemuan Pra Tanwir Muhammadiyah se-Indonesia, Mataram, 2004;
Bahsul Masya'il NU se-Indonesia, Mataram, 2005;
Seminar Internasional Standar Sumber Daya Manusia, Kuala Lumpur, Malaysia, 2006.
Kiprah beliau juga terpeta nyata dalam kancah organisasi di berbagai bidang, diantaranya sebagai;

Ketua Umum Pengda PSSI NTB (2005 - 2009);
Ketua Umum Inovasi Produksi Pertanian (2005 - 2009);
Ketua Umum Dewan Riset Daerah NTB (2007-2012);
Ketua Umum MKGR NUsa Tenggara Barat (2007-2008);
Saa

9 alasan memilih Miq Atung sebagai Walikota Mataram 2010-2015

1).PROFESIONAL.
Terbukti dari hasil kerja selama menjadi Kepala BPM-NTB ( Badan Pemberdayaan Masyarakat ) dan sebagai Kepala Bappeda NTB.


2).ISLAMI.
Putera salah seorang Tuan Guru terkemuka di Lombok ( alm. TGH. Lalu Zainal Abidin Ali ). Pernah mengenyam pendidikan PGA ( Pendidikan Guru Agama )

3.GIGIH DALAM MENUNTUT ILMU.
Terbukti, pada waktu sekolah di PGA, ia sekolah juga di sekolah umum yaitu SMA Jana Marga. Melanjutkan dan memperoleh gelar sarjana ke IKIP Negeri Yogyakarta. Memperoleh gelar Master of Science (M.Sc) untuk jurusan perencanaan pendidikan di Oregon University, Amerika Serikat. Ditengah kesibukannya sebagai Kepala Bappeda NTB, ia melanjutkan dan memperoleh gelar doctor (DR) bidang ekonomi pembangunan di Universitas Gajah Mada ( UGM ). Karena ilmu ekonomi banyak memakai ilmu matematika sebagai alat analisisnya sehingga beliau menyisih-nyisihkan waktunya untuk les privat matematika.

4)BERWAWASAN LUAS.
Sehingga ia banyak diundang sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam berbagai seminar baik tingkat local, nasional maupun internasional.

5).LANCAR DALAM BERKOMUNIKASI.
Ini karena didukung oleh penguasaan beberapa bahasa: bahasa Inggris dan tentunya bahasa Indonesia, faham bahasa Arab, berkomunikasi dengan sangat menyenangkan dalam bahasa dan juga mengerti bahasa Bima.

6).AKRAB DENGAN HI-TECH:
Terampil menggunakan computer dan mengikuti perkembangan program2 komputer terbaru, akrab dengan peralatan technology informasi ( tidak GAPTEK= gagap teknologi).

7).BERWATAK PIONEER.
Terbukti sebagai pendiri beberapa lembaga dan organisasi sosial kemasyarakatan, koperasi, dan sekolah.

8).PLURAL.
Berpandangan plural dan menghargai kemajemukan (multikultur).

9).GENDER MINDSET.
Setiap gagasan, pandangan dan tindakannya meng-arus-utama-kan gender.

FAHAM Siap Menangkan Pilkada Kota Mataram

FAHAMnews - Pasangan HL. Fathurrahman-H. Muazim Akbar (FAHAM) akhirnya memastikan diri maju sebagai Calon Wali Kota (Cawali) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Mataram 2010-2015, setelah melalui acara deklarasi yang dilangsungkan di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu siang (14/3/2010). Acara tersebut dihadiri ribuan undangan, baik dari partai pengusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sejumlah tokoh penting dan relawan.
Usai melakukan deklarasi, pasangan ini langsung mendaftarkan diri ke KPU Kota Mataram diiring partai pengusung dan konvoi dari segenap relawan. Catatan pihak KPU, pasangan FAHAM merupakan pendaftar kedua, setelah sebelumnya pasangan H. Ahyar Abduh-H. Mohan (AMAN) pada Jumat (13/3/2010). Kepada sejumlah media, pasangan ini secara gamblang menyatakan tekadnya untuk memenangkan Pilkada Kota Mataram, 7 Juni 2010 mendatang. "Kami akan bersaing sehat dengan kandidat lainnya," tukas HL. Fathurrahman, disambut anggukan pasangannya, H. Muazim Akbar.
Di mata sejumlah kalangan, eksistensi Faham cukup diperhitungkan. Bahkan sejumlah Tokoh Politik terkemuka NTB, menggadang-gadang pasangan ini sebagai "kuda hitam". "Saya optimis pasangan ini mampu meraih simpati dari warga Kota Mataram. Terlebih keduanya (FAHAM, red) merupakan tokoh yang kapabel dan teruji dedikasi di bidangnya masing-masing," kata M. Jabir, Ketua DPW PAN, usai deklarasi.
Lebih jauh Wakil Bupati Sumbawa, ini menyebut visi-misi pasangan "Bersama Meraih Perubahan" cukup rasional dan sejalan dengan realita serta kebutuhan masyarakat Kota Mataram saat ini. "Masyarakat Mataram heterogen dan pluralis, sehingga secara tidak langsung membutuhkan perhatian yang proporsional oleh si pemimpin dalam setiap melahirkan kebijakan," ujarnya. (timses)

Kamis, 08 April 2010

PROFIL CALON WAKIL WALIKOTA MATARAM 2010-2015

A. IDENTITAS DIRI/KELUARGA
1. Nama Lengkap : H.M. MUAZZIM AKBAR, SIP
2. Tempat/Tgl. Lahir : Lombok Tengah, 26 Februari 1965
3. Jenis Kelamin : Laki-laki
4. Agama : Islam
5. Pendidikan terakhir : Sarjana Ilmu Pemerintahan (S1)
6. Pekerjaan : Wiraswasta
7. Alamat Rumah : Jl. Lestari, Gg. Kamboja No. 01 Pejarakan Karya, Ampenan, Kota Mataram, NTB
8. Alamat Kantor : Jl. Adisucipto No. 20 Ampenan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
9. Status Perkawinan : Menikah
10. Nama Istri : 1. Sarinah
2. Fatmawati
11. Jumlah anak : 2 (dua) orang,
1. Eka Sulistiana
2. Dwi Jaya Saputra

B. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. Tahun 1970 – 1976 : SDN Mentokok, Lombok Tengah
2. Tahun 1976 – 1980 : SMPN 3 Praya, Lombok Tengah
3. Tahun 1980 – 1984 : SMA Muhammadiyah, Mataram
4. Tahun 2003 – 2007 : Fakultas Sospol Universitas Muhammadiyah Mataram



C. RIWAYAT ORGANISASI/PARTAI
1. Tahun 1998 – 2000 : Bendahara DPW PAN NTB
2. Tahun 2000 – 2005 : Bendahara DPW PAN NTB
3. Tahun 2005 – sekarang : Wakil Ketua DPW PAN NTB
4. Tahun 1999 – sekarang : Ketua Umum Pondok Pesantren Mi’rajusshibyan, Lombok Tengah
5. Tahun 1997 – 2005 : Ketua DPD APJATI NTB
6. Tahun 2009 – sekarang : Ketua DPD APJATI NTB
7. Tahun 2005 – sekarang : Ketua ASPERINDO NTB

D. RIWAYAT PEKERJAAN
1. Tahun 1985 – 1992 : Kepala Cabang PT Kertagaya Pusaka
2. Tahun 1992 – 1996 : Direktur Operasional PT Binawan Inti Utama
3. Tahun 1996 – 2000 : Kepala Cabang PT Mitra Karya Sarana Nusa
4. Tahun 1997 – sekarang : Branch Manager FedEx NTB
5. Tahun 1997 – 1999 : Kepala Harian Umum ABRI Unit NTB
6. Tahun 1997 – 2001 : Komisaris Koperasi Mitra Ekajaya, Mataram
7. Tahun 1997 – 2002 : Direktur PT Mitra Utama Sejahtera, Mataram
8. Tahun 1998 – 1999 : Kepala Cabang PT Yalakarya Rintiskrida
9. Tahun 1999 – 2003 : Kepala Cabang PT Citra Tayakindo Raya
10. Tahun 2001 – 2003 : Direktur PT Dwipa Hari Utama
11. Tahun 2001 – 2005 : Direktur Operasional PT Bumi Mas Antar Nusa
12. Tahun 2004 – 2006 : Kepala Cabang PT Sinar Pola
13. Tahun 2004 – 2009 : Anggota DPRD NTB
14. Tahun 2006 – sekarang : Direktur PT Wira Kreasi Usaha
15. Tahun 2007 – sekarang : Kepala Cabang PT Paladin International
16. Tahun 2009 – sekarang : Direktur Operasional Asuransi TRIPURI
17. Tahun 2009 – sekarang : Staff ahli Anggota DPR-RI


Daftar riwayat hidup ini dibuat dengan sebenarnya, untuk digunakan sebagai bukti pemenuhan syarat Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram Periode 2010 – 2015 dari PARTAI HATI NURANI RAKYAT.



Mataram, 11 Februari 2010
Hormat Saya


( H.M. MUAZZIM AKBAR, SIP )

Minggu, 07 Maret 2010

PROFIL SLANK

Profil sLank
Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80an. Band ini hanya memainkan lagu-Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.

Semangat bermusik Bimbim yang masih membara membawanya kembali membentuk band baru bernama Setan Merah bareng dua saudaranya, Denny dan Erwan. Untuk menambah amunisi, Bimbim lantas mengajak Bongky untuk mengisi posisi gitaris. Pada bulan Desember 1983 mereka ganti nama menjadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean.

Formasi Slank ketika pertama kali didirikan adalah Erwan (Vokal), Bongky (Gitar), Denny (Bass), Kiki (Keyboard) dan Bimbim (Drum). Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank.

Tak lama kemudian Parlin Burman (Pay) dan Akhadi Wira Satriaji (Kaka) bergabung dengan Slank, disusul dengan masuknya Indra Chandra Setiadi (Indra) beberapa tahun kemudian. Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.

Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Memangdan Maafkan itu meledak dipasaran sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album kedua mereka, Kampungan pun meraih sukses yang sama.

Keterlibatan para personelnya dengan narkoba sempat melahirkan keretakan di tubuh band yang bermarkas di jalan Potlot ini. Pada saat menggarap album keenam (Lagi Sedih), Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra.

Sebagai gantinya mereka merekrut Ivanka (Bass), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho) dan Abdee Negara (Abdee). Formasi ini bertahan hingga saat ini dan mereka terus melahirkan karya-karya yang menegaskan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia.
Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.

Semangat bermusik Bimbim yang masih membara membawanya kembali membentuk band baru bernama Setan Merah bareng dua saudaranya, Denny dan Erwan. Untuk menambah amunisi, Bimbim lantas mengajak Bongky untuk mengisi posisi gitaris. Pada bulan Desember 1983 mereka ganti nama menjadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean.

Formasi Slank ketika pertama kali didirikan adalah Erwan (Vokal), Bongky (Gitar), Denny (Bass), Kiki (Keyboard) dan Bimbim (Drum). Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank.

Tak lama kemudian Parlin Burman (Pay) dan Akhadi Wira Satriaji (Kaka) bergabung dengan Slank, disusul dengan masuknya Indra Chandra Setiadi (Indra) beberapa tahun kemudian. Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.

Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Memangdan Maafkan itu meledak dipasaran sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album kedua mereka, Kampungan pun meraih sukses yang sama.

Keterlibatan para personelnya dengan narkoba sempat melahirkan keretakan di tubuh band yang bermarkas di jalan Potlot ini. Pada saat menggarap album keenam (Lagi Sedih), Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra.

Sebagai gantinya mereka merekrut Ivanka (Bass), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho) dan Abdee Negara (Abdee). Formasi ini bertahan hingga saat ini dan mereka terus melahirkan karya-karya yang menegaskan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia.
.
RAMMBOXZ JRINX GRANAT PRAKOSO

Kamis, 04 Maret 2010

SBY-CENTURY

 Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tak logis karena menyatakan kebijakan tak bisa dipidana. Pidato SBY juga dinilai tak ada yang baru dan cenderung mirip seperti opsi A (tak ada kesalahan dalam bailout Century) dalam sidang paripurna di DPR pada Rabu 3 Maret lalu.
"Beberapa isi pidato itu tidak logis, padahal Presiden menyatakan perlu menekankan tidak hanya aturan hukum tapi juga melihat pada aturan sebuah alasan (rules of law, rules of reason). Buktinya kebijakan tidak bisa dipidana," kata pakar komunikasi politik UI Effendi Gazali kepada, Kamis (4/3/2010).
Ia mengatakan, sangat khawatir akan terjadinya diskriminasi terkait penegakan hukum yang menyangkut soal kebijakan. Effendi mencontohkan mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan yang bisa dipidana karena kebijakan. Aulia bisa dijerat karena tidak membahayakan kekuasaan.
"Tapi dalam kasus SM dan Boediono, walau sama-sama kebijakan tapi tidak boleh dipidana karena membahayakan kekuasaan," kritiknya.
Dia juga mengatakan, isi pidato SBY itu tidak ada yang berbeda dengan isi opsi A. "Apa yang disampaikan Pak SBY sama persis seperti opsi A pada sidang Paripurna DPR, dan opsi A itu sudah kalah 212 melawan opsi C 325," ujar Effendy.       
Meskipun terdapat beberapa hal yang tidak logis dari isi pidato Presiden kali ini, tapi Effendy menilai pidato ini masih ada sisi positifnya. Setidaknya Presiden mempertegas adanya tindakan yang mengandung kepastian hukum yaitu penyitaan aset Century untuk mengembalikan aset negara.
"Walaupun begitu pidato itu ada juga bagusnya, ada tindakan yang akan dilakukan (structure of action), bahwa aset-aset orang yang bermasalah dengan Century dan aset Century di luar negeri akan disita dan dibawa ke Indonesia untuk diberi kepada yang berhak dan dikembalikan ke negara, ini mengandung kepastian hukum," kata staf pengajar Pascasarjana Komunikasi UI ini mengakhiri pembicaraannya.
Guru besar ilmu politik UI Iberamsjah menguatkan pendapat Effendi. Iberamsjah menilai pidato SBY biasa saja, tidak menyampaikan hal yang baru dan sama seperti isi dari opsi A.
"Saya rasa pidato  itu (pidato SBY) datar saja, tidak ada hal yang baru, Presiden bilang tindakan BI sudah benar menyelamatkan kondisi negara, ya sama saja seperti isi dari opsi A kemarin," katanyapada detikcom.
Baginya, paling tidak pidato SBY kali ini menjadi pidato paling baik dan berkualitas. "Saya sangat apresiatif dengan tindakan Pak SBY dalam pidatonya kali ini. Ini pidato yang paling baik dan berkualitas, tidak terpancing dengan keadaan apa pun dan Presiden menghargai kerja Pansus dan DPR," ujarnya.